Mengenal Gejala, Fase, Penyebab, Cara Penularan dan Obat Deman Berdarah

By | March 8,

DBD parah dapat menyebabkan perdarahan serius yang beresiko kematian. Pencegahan dbd merupakan langkah terbaik dengan mengenal  gejala, fase, penyebab, cara penularan dan obat deman berdarah (dbd) jika sudah terlanjur terjangkit.

Penyebab demam berdarah adalah infeksi virus dengue yang cara penularannya melalui gigitan nyamuk Aedes atau sering disebut nyamuk dbd.

Nyamuk dbd
(Photo credit: USDA-ARS)

Ketika infeksi virus ini terjadi dalam tubuh, virus ini bisa menyebabkan kebocoran plasma darah akibat peningkatan permeabilitas pembuluh .

Kebocoran tersebut menyebabkan, trombosit sebagai salah satu komponen darah yang berfungsi untuk menambal kebocoran tersebut akan menambal kebocoran tersebut.

Jika terus menerus terjadi, maka trombosit di dalam darah akan berkurang banyak (trombosit pasien DBD biasanya mengalami penurunan draktis). Dan jika trombosit sudah tidak dapat menambal kebocoran lagi, maka dapat terjadi perdarahan spontan, yang bisa beresiko pada kematian,

Gejala Demam Berdarah

Seperti dilansir dari webmd.com, gejala demam berdarah mulai timbul sekitar empat hingga sepuluh hari setelah pasien mendapat gigitan dari nyamuk Aedes Aegypti atau Aedes Albocpictus yang membawa virus dengue.  Gejala demam berdarah pada anak-anak yang sebelumnya tidak pernah terinfeksi, cenderung lebih parah dibanding dengan orang dewasa.

Secara umum, ciri-ciri demam berdarah seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, bahkan muntah darah. Namun gejala yang sama sering ditemukan pada penyakit lain. Akibatnya, sering terjadi salah diagnosis.

Berikut beberapa gejala demam berdarah yang sebaiknya dicermati dan tidak boleh diabaikan oleh pasien. Karena beberapa gejala nya sangat mirip dengan gejala beberapa penyakit lain.

1. Demam Tinggi Mendadak

Demam merupakan gejala yang sering terjadi pada beberapa penyakit lain. Hal ini disebabkan adanya perlawanan sistem imun yang sedang mencoba melawan peradangan yang disebabkan oleh infeksi virus dengue. Namun demam tinggi secara mendadak tersebut tanpa gejala batuk atau bersin perlu diwaspadai sebagai gejala demam berdarah. Demam dbd antara 38ºc sampai 40ºc atau lebih.

Demam pada dbd bisa terjadi selama beberapa hari. Demam tinggi tanpa gejala batuk atau bersin pada sore/malam hari, dan mereda pada pagi/ siang hari, bisa menjadi indikasi gejala tifus.

2. Nyeri Pada Otot

Nyeri otot dan sendi juga bisa menjadi gejala penyakit lain, namun pada gejala demam berdaran kondisi ini disertai dengan tubuh menggigil dan berkeringat.

3. Sakit Kepala Parah Dan Sakit Pada Bagian Belakang Mata

Setelah timbulnya demam gejala selanjutnya bisa muncul sakit kepala yang parah. Umumnya rasa sakit timbul pada bagian sekitar dahi, terkadang juga disertai sakit pada belakang mata.

4. Turunnya Nafsu Makan

Turunnya nafsu makan juga biasa dialami pada beberapa penyakit lain. Gangguan pencernaan yang yang menyebabkan mual, mutah serta rasa nyeri pada kepala dan otot bisa menyebabkan turunnya nafsu makan.

Turunnya nafsu makan ini tidak bisa diabaikan, karena kurangnya asupan makanan, gizi dan nutrisi akan memperlemah daya tahan tubuh dan bisa memperparah kondisi tubuh.

Beberapa gejala demam berdarah lainnya :

•         Ruam tubuh yang bisa hilang dan muncul kembali

•         Timbul binti-bintik merah pada kulit yang jika kulit direnggangkan bintik merah itu tidak hilang

•         Terkadang mengalami mimisan (perdarahan di hidung)

•         Bisa terjadi muntah darah atau berak darah

•         Kadang-kadang nyeri ulu hati, karena terjadi perdarahan di lambung

Mengingat tidak ada gejala yang khusus, maka ketika gejala-gejala diatas tersebut terjadi perlu diwaspadai dan segera di bawa ke dokter untuk memastikan bahwa itu gejala demam berdarah.

Obat demam berdarah (dbd)

Fase Demam Berdarah

Infeksi virus dengue yang menyebabkan demam berdarah dapat memengaruhi beberapa sistem tubuh, yaitu sistem daya tahan tubuh (imun), sistem hati, dan pembuluh darah. Ada tiga fase  yang akan dilalui penderita demam berdarah, yaitu:

1. Fase Demam

Gejala awal terjadinya efeksi virus dengue yang penyebab demam berdarah yaitu demam tinggi yang bisa mencapai 40 derajat bahkan lebih, selama 2 hingga 7 hari. Sebab itulah pada fase awal demam berdarah disebut dengan fase demam.

Penderita demam berdarah sangat dianjurkan memperbanyak minum air putih untuk membantu menurunkan suhu tubuh serta mencegah terjadinya dehidrasi.

2. Fase Kritis

Fase kritis merupakan fase yang paling berbahaya, selain karena pada fase ini trombosit pasien akan terus menurun secara drastis, yang dapat mengakibatkan perdarahan berat, juga karena pada fase ini  biasanya menjadi ‘pengecoh’ karena fase kritis ini ditandai dengan penurunan suhu tubuh hingga 37 derajat celcius ke suhu normal, penderita merasa sudah sembuh dan bisa melakukan aktivitas kembali.

Padahal, bila pada fase ini pasien tidak segera mendapatkan pengobatan, pasien memasuki risiko tertinggi untuk mengalami kebocoran pembuluh darah. Indikasi dini kebocoran pembuluh darah tersebut bisa dilihat ketika penderita demam berdarah mengalami muntah secara terus menerus, mimisan, pembesaran organ hati, atau nyeri perut yang tak tertahankan. Oleh sebab itu, pasien harus cepat ditangani oleh tim medis karena fase kritis ini berlangsung tidak lebih dari 24-38 jam.

3. Fase Penyembuhan

Setelah pasien demam berdarah berhasil melewati fase kritisnya, pasien akan kembali merasakan demam. Namun, hal ini tidak perlu dikhawatirkan, karena kondisi ini merupakan fase penyembuhan dimana trombosit akan perlahan naik dan normal kembali.

Penderita akan mengalami pengembalian cairan tubuh secara perlahan pada 48-72 jam setelahnya.

Mulai memasuki fase penyembuhan, kesehatan pasien demam berdarah akan berangsur-angsur membaik yang ditandai dengan stabilnya tanda-tanda vital (tekanan nadi melebar, denyut nadi teraba kuat), pemulihan ruam-ruam dengue, peningkatan nafsu makan, penurunan gejala nyeri perut, dan meningkatnya urin kembali normal. Jumlah sel darah putih pasien akan kembali normal yang kemudian diikuti dengan pemulihan jumlah trombosit.

Kunci utama untuk menurunkan kemungkinan komplikasi atau resiko kematian pada penderita demam berdarah adalah dengan menjaga agar tidak kekurangan cairan tubuh (dehidrasi) dan memberikan asupan yang dapat menaikkan jumlah trombosit pada saat memasuki fase kritis.

Obat Demam Berdarah (DBD)

Pengobatan Dbd Secara Medis

Tidak ada metode khusus untuk pengobatan dbd secara medis, karena belum ada obat pasti untuk menyembuhkan demam berdarah. Pengobatan yang dilakukan adalah untuk mengatasi gejala, dan mencegah infeksi virus yang menyerang keping darah (trombosit) serta menyebabkan penurunan jumlahnya semakin memburuk.

Dokter akan menyarankan untuk minum banyak cairan baik secara oral ataupun melalui infus, istirahat yang cukup dan mengonsumsi obat untuk mengatasi beberapa gejala seperti demam, pereda nyeri, dan untuk meredakan pendarahan.

Pemberian cairan infus ini juga dibarengi dengan pemantauan detak jantung, denyut nadi, tekanan darah, serta jumlah urine yang keluar.

Namun demikian terlepas dari biaya rawat inap rumah sakit yang terkadang menjadi pertimbangan, pengobatan yang dilakukan di rumah sakit relatif lebih aman, karena disamping karena pasien bisa istirahat tanpa banyak gangguan, terpantau perkembangannya oleh dokter/ ahli medis, peralatan yang memadai, serta ketersediaan stok obat dan darah jika pasien membutuhkan tranfusi darah ketika mengalami fase kritis.

Pengobatan Demam Berdarah Dengan Obat Alami

Pasien yang sistem kekebalan tubuh lemah lebih berisiko memiliki kondisi yang lebih parah ketika mereka terinfeksi demam berdarah. Sehingga banyak pasien yang menjalani pengobatan dbd secara medis juga menggunakan pengobatan dengan obat alami/ herbal. Karena beberapa jenis herbal yang selain berguna untuk menaikkan trombosit juga meningkatkan sistem imun tubuh.

Dengan meningkatnya daya tahan tubuh serta trombosit akan mempercepat proses penyembuhan demam berdarah.

Berikut beberapa herbal yang untuk membantu pengobatan dbd :

1. Jus Jambu Biji

Buah jambu biji mengandung trombinol yang bisa merangsang trombopoietin (hormon glikoprotein yang mengatur produksi trombosit ) lebih aktif, sehingga dapat menghasilkan keping darah yang lebih banyak memicu pembentukan platelet atau trombosit darah baru.

Jambu biji juga kaya akan quercetin yang dapat menekan pertumbuhan virus dengue dalam tubuh pasien DBD. Quercetin merupakan senyawa kimia alami yang bisa ditemukan dalam berbagai jenis buah serta sayur.

Pada pengobatan demam berdarah Jambu biji sudah diproses menjadi jus, karena pasien demam berdarah sebaiknya mengkonsumsi makanan atau minuman yang mudah dicerna. Selain itu dengan memproses menjadi jus, kandungan airnya juga baik untuk mencegah terjadinya dehidrasi.

Namun perlu diperhatikan bahwa konsumsi jus jambu biji yang berlebihan bisa menimbulkan efek samping yaitu sulit buang air besar.

2. Angkak

Angkak merupakan salah satu jenis beras merah dari Tiongkok yang sudah difermentasi dengan menggunakan ragi Monascus purpureus.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa angkak mampu meningkatkan kadar trombosit dalam darah pada tikus putih. Sehingga bisa membantu mempercepat proses penyembuhan pasien demam berdarah.

Banyak pasien demam berdarah yang mengkonsumsi angkak untuk menaikan trombosit.

3. Sari Kurma

Kurma mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan. Mengandung nutrisi yang  penting untuk metabolisme tubuh.

Dalam sari kurma mengandung beberapa mineral seperti, kalsium, magnesium, fosfor, sodium, choride, sulfur, copper, zinc, cobalt, dll.

United States Department of Agriculture; (USDA), dalam laman resminya juga menyebutkan bahwa kurma merupakan sumber energi, serat, gula, dan berbagai vitamin serta mineral yang baik.

Sari kurma juga menjadi salah satu obat demam berdarah alami yang banyak digunakan.

Beberapa penelitian juga menunjukkan adanya kenaikan signifikan kadar trombosit pasien penderitaan demam berdarah, yang mendapatkan asupan sari kurma dengan dosis tertentu.

Disamping membantu menaikan jumlah trombosit normal, kandungan nutrisinya juga membantu meningkatkan kondisi dan daya tahan pasien.

Sekarang banyak produk sari kurma yang di kombinasikan dengan beberapa bahan lain yang bisa membantu pengobatan demam berdarah, seperti sari kurma angkak, madu sari kurma angkak, dsb.

4. Echinacea

Echinacea biasanya digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Pada masyarakat Amerika bagian Utara Echinacea umumnya digunakan untuk mengobati demam dan flu.

Dalam sebuah artkel yang diterbitkan Pakistan Journal of Clinical and Biomedical Research menyebutkan, echinacea dapat memicu produksi protein dan interferon tambahan, yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan mengoptimalkan kemampuan sel darah putih dalam menangani infeksi virus, termasuk virus dengue.

5. Daun pepaya

Daun pepaya yang rasanya pahit sudah lazim digunakan untuk sayuran ataupun bahan baku jamu tradisional. Namun daun pepaya ternyata juga bisa membantu pengobatan pasien demam berdarah.

Dua peneliti dari India telah meninjau laporan-laporan penelitian yang telah dilakukan dan mendapatkan bahwa ekstrak daun pepaya dapat membantu meningkatkan angka trombosit dalam darah seseorang yang mengalami demam berdarah dengue. Ini diduga karena daun pepaya dapat membantu menstabilkan dinding sel keping darah sehingga tidak mudah dihancurkan oleh virus dengue.

Dari hasil laporan-laporan penelitian yang ditinjau oleh dua peneliti dari India mendapatkan bahwa ekstrak daun pepaya bisa membantu meningkatkan kadar trombosit dalam darah pasien demam berdarah.  Diperkirakan kandungan bahan daun pepaya bisa membantu menstabilkan dinding sel keping darah sehingga tidak mudah dihancurkan oleh virus dengue.

Masih ada beberapa buah atau sayuran yang bisa menjadi obat demam berdarah secara alami.

Sumber referensi:
webmd.com
usda.gov
Repository.ipb.ac.id
researchgate.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *