Jenis, Warna, Ciri dan Obat Keputihan Yang Harus Anda Tahu

Semua wanita pasti pernah mengalami keputihan, karena keputihan sebenarnya merupakan hal yang wajar untuk dialami oleh wanita pada segala usia.

Saat mengalami keputihan, seorang wanita akan mengeluarkan (sekresi) lendir yang diproduksi kelenjar dalam serviks (leher rahim) dan vagina. Kondisi alami ini merupakan mekanisme tubuh dalam membersihkan dan melindungi lingkungan sensitif di vagina. Lendir yang keluar akan membawa sel-sel mati serta bakteri, sehingga vagina terjaga tetap sehat dan normal.

Keputihan memegang peranan penting bagi sistem reproduksi wanita sebagai proses pembuangan cairan yang dihasilkan kelenjar di dalam serviks dan vagina.  

Keputihan pada dasarnya dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu keputihan normal (fisiologis) dan keputihan abnormal (patologis).

Jenis Keputihan

Keputihan dapat digolongkan menjadi 2 jenis yaitu keputihan normal dan tidak normal.

Keputihan Normal (Keputihan  Fisiologis)

Keputihan fisiologis adalah keputihan normal yang biasanya terjadi setiap bulannya. Biasanya muncul menjelang atau sesudah menstruasi dan ketika masa subur.

Keputihan normal (fisiologis) banyak dipengaruhi oleh sistem hormonal, sehingga sedikit banyak nya cairan vagina sangat bergantung pada siklus bulanan dan kondisi fisik/ psikis, misalnya pada kondisi stress selain dapat mempengaruhi siklus bulanan itu sendiri, juga bisa mempengaruhi banyak sedikitnya cairan keputihan secara langsung.

Lendir keputihan normal umumnya berwarna bening hingga keputih-putihan, tidak berbau, serta tidak disertai gatal-gatal atau rasa perih pada daerah vagina.

Walaupun umumnya keputihan terjadi pada masa-masa tertentu saja, ada juga yang mengalami keputihan normal tiap hari. Keputihan normal setiap hari ini biasanya lendir yang keluar hanya sedikit, lebih banyak pada masa subur, menjelang atau setelah haid. Kadang juga lebih banyak pada saat kelelahan atau ketika banyak berkeringat.

Keputihan Abnormal (Keputihan  Patologis)

Jika pada Keputihan yang normal tidak berbau, maka pada keputihan patologis (keputihan tidak normal) akan menimbulkan bau yang khas. Keputihan yang diakibatkan infeksi bakteri biasanya berbau amis, sedangkan keputihan akibat infeksi jamur kadangkala tidak berbau.

Keputihan patologis yang disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal di dalam vagina dan di sekitar bibir vagina bagian luar.

Penyebab umum keputihan abnormal ini antara lain bakteri, virus, jamur atau juga parasit. Infeksi ini dapat menjalar dan menimbulkan peradangan ke saluran kencing, sehingga menimbulkan rasa pedih saat si penderita buang air kecil.

Dalam kondisi tidak normal keputihan bisa berubah menjadi penyakit yang membuat keputihan menjadi berubah warna menjadi putih, abu-abu, atau kuning yang disertai dengan bau amis, gatal atau perih, kemerahan, dan pembengkakan pada vagina, atau vulva.

Tanda-Tanda Keputihan Tidak Normal

Berbau

Umumnya keputihan yang normal tidak berbau. Pada keputihan yang tidak normal menimbulkan bau amis, bahkan kadang menyengat seperti bau busuk.

Berwarna

Ketika normal, warna keputihan adalah bening, transparan atau sedikit Keputihan. Namun jika warnanya sudah berubah hijau pekat, kuning, atau bahkan disertai dengan darah (beda dengan warna keputihan setelah menstruasi), ini masuk dalam kategori keputihan yang tidak normal.

Menimbulkan Gatal

Walaupun Keputihan abnormal tidak menimbulkan rasa gatal. Namun jika timbul rasa gatal ketika mengalami keputihan, kemungkinan yang terjadi adalah keputihan abnormal.

Rasa Nyeri Atau Panas Ketika Kencing

Nyeri ketika kencing merupakan tanda bahaya ketika Anda sedang mengalami keputihan. Ini tanda bahwa kuman sudah sampai di kandung kemih Anda.

Jika Anda mengalami keputihan yang abnormal seperti contoh di atas, maka Anda wajib mewaspadainya. Serta obati sesegera mungkin entah itu dengan cara alami atau berkonsultasi ke dokter.

Penyebab Keputihan

Secara umum ada beberapa penyebab keputihan, yaitu:

 • Ketidakseimbangan hormon (baik pada keputihan normal atau abnormal)

• Rusaknya keseimbangan biologis dan keasaman (pH) lingkungan vagina.

• Infeksi vagina yang disebabkan jamur (kandida), bakteri yang berbahaya, atau parasit trikomoniasis.   

• Gejala suatu penyakit tertentu

Makanan Penyebab Keputihan 

Ada banyak makanan penyebab keputihan pada wanita, bahkan beberapa diantaranya sebenarnya makanan yang baik untuk dikonsumsi, tetapi bisa menjadi penyebab keputihan jika dikonsumsi secara berlebihan. Dan itupun tidak terlalu masalah karena tidak menimbulkan keputihan abnormal, jika rajin menjaga kesehatan vagina.

Namun yang perlu untuk dihindari adalah soft drink dan alkohol. Gula dan pewarna buatan pada minuman soft drink tergolong sangat tinggi. Selain tidak baik untuk kesehatan secara umum, juga menjadi pemicu berkembangnya bakteri di organ intim, yang mengganggu keseimbangan bakteri normal. Begitu juga dengan minuman beralkohol, selain bisa memicu berkembangnya bakteri dalam organ intim juga menjadi pemicu gangguan kesehatan sistem saraf otak.

Keputihan Saat Hamil

Keputihan saat kehamilan umumnya merupakan kondisi yang normal. Keputihan yang dihasilkan cenderung lebih banyak dari biasanya. Penyebabnya antara lain karena peningkatan kadar hormon estrogen, serta terjadinya peningkatan aliran darah ke daerah vagina saat kehamilan.

Cairan tambahan yang keluar dari leher rahim (serviks) ini sebenarnya merupakan sisa buangan dari rahim dan vagina, bakteri normal dari vagina serta sel-sel mati dari dinding vagina.

Pada masa awal kehamilan, cairan ini memenuhi saluran leher rahim (serviks) untuk menciptakan lendir pelindung yang terlihat seperti putih telur. Dan ketika menjelang persalinan, lendir ini akan menjadi semakin banyak.

Namun, perubahan hormon dan bentuk tubuh membuat ibu yang sedang hamil lebih cenderung mengalami infeksi vagina. Jika keputihan berubah warna atau diiringi gejala tertentu, maka kondisi ini harus diwaspadai karena dapat menjadi tanda timbulnya infeksi.

Ciri Ciri Keputihan Hamil             

Ciri ciri keputihan saat hamil sama dengan ciri keputihan pada kondisi tidak hamil. Warna keputihan selama hamil yang normal memiliki ciri-ciri seperti berwarna putih dan cenderung seperti susu, serta tidak mengeluarkan bau tidak sedap.

Namun kuantitas dan frekuensinya cenderung lebih banyak karena adanya perubahan hormon serta terjadinya peningkatan aliran darah pada daerah vagina.

Yang perlu diperhatikan adalah jika ciri ciri keputihan tersebut sesuai dengan ciri ciri keputihan abnormal, maka perlu penanganan lebih serius karena bisa membahayakan janin dalam kandungan. Konsultasikan segera dengan dokter, untuk mendapatkan obat dan cara mengatasi keputihan saat hamil.              

Keputihan Menggumpal

Dalam kondisi normal, mulut rahim dan dinding vagina memiliki kelenjar untuk menghasilkan cairan. Pada masa akhir haid, hormon estrogen dan progesteron berada dalam kadar yang rendah, sehingga produksi cairan vagina sangat kental dan cenderung menggumpal.

Namun jika keputihan gatal menggumpal yaitu kondisi Keputihan yang menggumpal dengan disertai rasa gatal, maka perlu diwaspadai karena termasuk keputihan tidak normal yang disebabkan oleh bakteri atau infeksi jamur.

Warna Keputihan           

keputihan bisa mempunyai warna yang berbeda-beda. Warna warna tersebut disebabkan oleh kondisi kondisi tertentu.

Beberapa diantaranya masih merupakan tanda keputihan normal, namun keputihan dengan warna tertentu perlu diwaspadai karena merupakan keputihan tidak normal, bahkan bisa menjadi ciri ciri keputihan yang berbahaya.

Keputihan Bening Seperti Putih Telur    

Warna dan tekstur keputihan serupa dengan putih telur (cerah transparan, basah, licin, dan melar) merupakan tanda keputihan normal. Biasanya terjadi pada saat ovulasi (pelepasan sel telur matang dari indung telur yang menandai masa subur) secara normal. Beberapa ahli kesehatan menyebutnya sebagai “lendir subur”.

Ini kondisi yang baik untuk program kehamilan, karena ini merupakan kondisi yang menguntungkan bagi sperma untuk berenang sampai ke sel telur.

Keputihan Berwarna Putih Susu              

warna keputihan putih susu sering terjadi pada wanita hamil. Jika tanpa disertai bau tidak sedap, hal itu normal dan tidak berbahaya.

Namun jika Keputihan berwarna putih susu, cairan kental, disertai dengan bau tak sedap dan rasa gatal, merupakan  keputihan abnormal yang diakibatkan oleh jamur Candida albicans. Hal ini perlu diwaspadai, karena terkadang bisa menimbulkan radang pada vagina sehingga kelihatan kemerahan.

Warna Keputihan Kecoklatan    

Keputihan yang berwarna coklat muda hingga coklat tua, umumnya disebabkan oleh siklus menstruasi yang tidak teratur.

warna keputihan yang coklat gelap terutama selama sehari atau dua hari setelah menstruasi. Tidak perlu dikhawatirkan. Karena pada dasarnya, bercak keputihan berwarna kecokelatan adalah darah tua, sebagai cara tubuh membersihkan vagina setelah menstruasi.

Yang perlu diwaspadai ketika keputihan berwarna coklat pekat, karena bisa menjadi indikasi terjadinya pendarahan dinding rahim atau endometrium.

Warna Keputihan Kuning           

keputihan berwarna kuning atau putih dan abu-abu yang berbau amis, rasa nyeri pada vagina, dan gatal atau nyeri saat buang air kecil bisa menjadi indikasi/  gejala dari penyakit seksual.

Warna Keputihan Hijau

keputihan  berwarna hijau, bisa menjadi tanda adanya infeksi parasit yang disebut trikomoniasis. Keputihan jenis ini memiliki ciri berwarna kehijauan atau kuning,  cairannya berbuih serta berbau amis, tidak menimbulkan gatal, tetapi saat ditekan, vagina akan terasa sakit. keputihan ini dapat ditularkan melalu hubungan seks yang tidak sehat.

Dari warna, bau dan rasa yang menyertai (rasa gatal, panas, perih) seperti diuraikan diatas, kita bisa mengenali ciri ciri keputihan yang berbahaya.

Cara Mengobati Keputihan Abnormal   

Cara mengobati keputihan abnornal bisa mengunakan obat keputihan resep dokter ataupun menggunakan bahan-bahan herbal alami.

Untuk menggunakan obat keputihan resep dokter, tentu harus dengan memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu. Melakukan diagnosis sendiri serta melakukan pengobatan tanpa resep dari dokter, kemungkinan bisa memperburuk kondisi Anda.

Sedangkan cara mengobati keputihan secara alami dengan bahan alami dan herbal relatif lebih aman.

Obat Keputihan Di Apotik          

Obat keputihan resep dokter banyak tersedia di apotik, dengan berbagai macam jenis dan merek. Masing masing obat digunakan untuk mengobati keputihan sesuai dengan penyebabnya. Untuk itu perlu konsultasi ke dokter untuk mengetahui penyebab keputihan tidak normal.

Beberapa jenis obat keputihan resep dokter yang bisa diperoleh diapoti, beberapa diantaranya yaitu: Metronidazole,Tinidazole, Clindamycin, Azitromisin, Doxycycline, Ceftriaxone miconazole, terconazole, clotrimazole, atau butoconazole dan sebagainya